Aku menyayangi mu.

Hujan deras masih mengguyur kota pagi ini, dari semalam tidak ada yang berubah. Langit pagi masih kelabu dan gelap, sepertinya tidak ada tanda-tanda akan munculnya matahari.

Aditya terbangun dari tidurnya, suasana yang begitu dingin menusuk kulitnya. Ia membuka matanya, rasa pusing menghujam kepalanya. Sepertinya pengaruh alkohol benar-benar membuat dirinya kehilangan kesadaran sepenuhnya.

“Loh udah bangun?”

Pandangannya bertemu dengan mata perempuan piyama kuning itu, tangannya sibuk membawa nampan yang berisi beberapa buah-buahan serta sarapan yang ia siapkan subuh tadi.

Adit menatap perempuannya penuh makna, sudah beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan wanita itu. Syania selalu menghindar, awalnya ia kira dengan Syania yang menjaga jarak dengannya bisa membuat Citra tidak bertindak lebih. Namun siapa sangka, dirinyalah yang tak mampu menahan gejolak rindu. Aditya tidak pernah mampu diacuhkan oleh Syania, sampai kapanpun ia tak akan pernah sanggup.

Senyum tipis terpatri pada paras Syania, ia menghampiri Adit yang terduduk di atas kasur berukuran besar itu.

“Udah baikan? Gak pusing lagi?” ia mengusap pipi Aditya yang kini tengah sibuk menatap dirinya tanpa henti.

“Adit? kenapa?”

Tidak ada jawaban yang ia dapatkan atas pertanyaannya barusan, namun kini Aditya dengan cepat melesat masuk ke dalam pelukannya. Sangat erat, pelukan itu kini kembali. Pelukannya yang seakan-akan menandakan tidak ada hari esok.

“Syania, maafin aku. maaf, aku sayang kamu. Maaf, jangan diemin aku..”

“Iya.. iya aku juga minta maaf ya, gapapa Adit, aku paham,” Syania mengelus surai Adit dengan lembut.

“Aku bukannya gak mau terbuka sama kamu, tapi aku takut Citra ngapa-ngapain kamu, aku takut sayang..” “Maafin aku..”

“Iya Adit, aku gapapa. Makasih ya, harusnya aku bisa ngerti dari awal,” “Sekarang makan dulu ya? hari ini kita fitting baju kalau kamu lupa.”

Kalimatnya barusan tidak digubris oleh Adit, pelukannya pun tak kunjung terlepas.

“Adit, ayo sayang makan dulu..”

Aditya menggeleng pelan. “Mau peluk kamu, kangen..”

“Iya nanti peluk lagi, sekarang makan dulu,” pintanya pada Adit,

Tingkah Aditya pagi ini sedikit manja, sehingga membuat Syania kewalahan.

“Syania..” “Aku sayang kamu, aku juga sayang Achi. Tolong selalu bahagia untuk aku ya?” bisiknya pelan pada Syania, pelukannya masih belum terlepas. Kepalanya ia biarkan untuk bertengger nyaman di pundak perempuannya.

“Kamu ngomong apa sih?” “Udah ah ayo makan.”